Páginas

Saturday, March 15, 2014

Pesawat Sederhana - Tuas - Pengungkit

Daren Laugh-
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang.
Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya. Secara umum, alat-alat ini bisa disebut sebagai mekanisme paling sederhana yang memanfaatkan keuntungan mekanik untuk menggandakan gaya.  
Sebuah pesawat sederhana menggunakan satu gaya kerja untuk bekerja melawan satu gaya beban. Dengan mengabaikan gaya gesek yang timbul, maka kerja yang dilakukan oleh beban besarnya akan sama dengan kerja yang dilakukan pada beban. Kerja yang timbul adalah hasil gaya dan jarak. Jumlah kerja yang dibutuhkan untuk mencapai sesuatu bersifat konstan, walaupun demikian jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mencapai hal ini dapat dikurangi dengan menerapkan gaya yang lebih sedikit terhadap jarak yang lebih jauh.
Dengan kata lain, peningkatan jarak akan mengurangi gaya yang dibutuhkan. Rasio antara gaya yang diberikan dengan gaya yang dihasilkan disebut keuntungan mekanik. Secara tradisional, pesawat sederhana terdiri dari: Bidang miring Roda dan gandar Tuas Katrol Baji Sekrup Roda Berporos Kerekan Pesawat sederhana merupakan dasar dari semua mesin-mesin lain yang lebih kompleks. Sebagai contoh, pada mekanisme sebuah sepeda terdapat roda, pengungkit, serta katrol. Keuntungan mekanik yang didapat oleh pengendaranya merupakan gabungan dari semua pesawat sederhana yang ada dalam sepeda tersebut.
  1. Pembatasan.
Pesawat sederhana terdiri dari berbagai macam dan akan kami batasi yaitu Pengungkit.

  1. Tujuan.
1.      Untuk dapat mengetahui defenisi pengungkit!
2.      Untuk dapat mengetahui cara kerja pengungkit!
3.      Untuk dapat mengetahui penerapan pengungkit dalam gerak!

















BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengetian Pengungkit.
Tuas / pengungkit adalah salah satu jenis pesawat sederhana yang dapat digunakan untuk memudahkan usaha. Hal ini dimungkinkan terjadi dengan adanya sebuah batang ungkit (tuas) dengan titik tumpu, titik gaya, dan titik yang divariasikan letaknya. Contoh penggunaan prinsip pengungkit adalah linggis. Sekarang, tuas sudah banyak dikembangkan menjadi berbagai alat yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Seringkah anda menggunting kuku? Alat gunting kuku adalah salah satu alat yang menggunakan prinsip tuas.
Bagian pengungkit meliputi :
a.       Titik beban, adalah titik dimana terletaknya beban.
b.      Titik tumpu/fulcrum, adalah titik tumpuan dari pengungkit.
c.       Titik kuasa, adalah titik pemberian gaya/kuasa.
Jungkat-jungkit adalah sejenis pesawat sederhana yang disebut pengungkit atau tuas. Tuas memiliki banyak kegunaan,diantaranya adalah untuk mengangkat atau memindahkan benda yang berat.
Berat beban yang akan diangkat disebut gaya beban (Fb) dan gaya yang digunakan untuk mengangkat batu atau beban disebut gaya kuasa (Fk). Jarak antara penumpu dan beban disebut lengan beban (lb) dan jarak antara penumpu dan beban disebut lengan beban (lk).  
Hubungan antara besaran-besaran tersebut menunjukkan bahwa perkalian gaya kuasa dan lengan kuasa sama dengan gaya beban dikalikan dengan lengan beban. Artinya besar usaha yang dilakukan kuasa sama dengan besarnya usaha yang dilakukan beban. Oleh sebab itu, pada tuas berlaku persamaan sebagai berikut. Keuntungan pada pesawat sederhana disebut Keuntungan Mekanis (KM). Secara umumkeuntungan mekanis didefinisikan sebagai perbandingan gaya beban dengan gaya kuasa KM=fb/Fk sehingga keuntungan mekanis pada tuas atau pengungkit bergantung pada panjang masing-masing lengan. Semakin panjang lengan kuasanya semakin besar keuntungan mekanisnya. Secara sistematis keuntungan mekanis ditulis sebagai berikut : KM = Fb = lk (10-11) Fk lb.
  1. Cara Kerja Pengungkit.
Rumus yang mendasari kerja dari tuas secara matematis dituliskan:
B x lb = F x lk
dengan:
o   B = beban
o   F = gaya kuasa
o   lb = lengan beban (jarak antara titik beban sampai titik tumpu
o   lk = lengan kuasa (jarak antara titik kuasa dengan titik tumpu)
Kesimpulan dari rumus diatas adalah:
1.      Makin panjang lengan kuasa, makin kecil nilai gaya kuasa. Hal ini berarti gaya yang harus dikeluarkan untuk mengangkat beban lebih sedikit.
2.      Makin panjang lengan kuasa (lk) makin besar keuntungan mekanik, sehingga usaha makin mudah dilakukan.
Berdasarkan letak titik tumpunya, tuas atau pengungkit diklasaifikasikan menjadi 3 golongan, yaitu sebagai berikut :
a.       Tuas Golongan Pertama Titik tumpu diantara titik beban dan titik kuasa. Contoh tuas jenis pertama : gunting, tang pemotong, gunting kuku, dan linggis.
b.      Tuas Golongan kedua Titik beban berada diantara titik tumpu dan titik kuasa. Contoh tuas jenis ini, diantaranya adalah gerobak beroda satu, pemotong kertas, dan pelubang kertas.
c.       Tuas Golongan Ketiga Titik kuasa berada diantara titik tumpu dan titik beban. Contohnya : lengan, alat pancing, dan sekop.
  1. Penerapan Pengungkit.
a.       Jenis pengungkit I
Saat seorang atlit sepak bola akan menendang bola kearah gawang. Maka kaki yang akan menendang pasti melakukan gerakan kaki sedikit diangkat. Dan lutut akan sedikit ditekuk kebelakang, maka secara tidak sadar dia akan melakukan gerakan pengungkit I yang terdiri dari : Gaya Sumbu  Beban Gaya    : Biceps Femoris
Sumbu : Sendi Lutut
Beban : Tungkai Kaki, Tarrus, Matatairus,Phalanges.
Jadi gaya akan dilakukan oleh biceps femoris. Sebagai awalan melakukan tendangan adalah sendi lutut dan yang menjadi beban adalah tungkai kaki sebagai sampai dengan phalanger sebagai daerah yang akan menendang bola.
b.      Jenis Pengungkit II
Saat seorang atlit bulu tangkis melakukan kuda-kuda saat ia bersiap menerima bola, maka ia akan melakukan gerakan jinjit untuk menghasilkan gerakan labil agar saat ia bergerak menerima bola ia akan lebih cepat melakukan gerakan reflex. Gerak pengungkit ini terdiri dari : Gaya  Beban  Sumbu Gaya   : Insertio Gastrocnemius
Sumbu: Ujung Jari Kaki
Beban : Tubuh
Jadi gaya akan dilakukan oleh otot insertion gastrocnemius yang berkontraksi dan bersumbu pada ujung jari kaki untuk menumpu.
c.       Jenis Pengungkit III
Saat seorang atlit renang berada di balok start dan akan bersiap meloncat ke lintasan kolam, maka ia akan membukukkan badan. Pengungkit yang dipakai adalah : Sumbu  Gaya  Beban Sumbu : Sendi Panggul
Gaya : Vagina Musculi recti abdominis lamina anterior (otot perut)
Beban : Tubuh bagian atas (dada, kepala, leher, tangan)
Jadi saat seorang perenang akan meloncat dan ia membukukkan badan maka pinggul dijadikan sumbu, dan gaya berada pada otot perut yaitu Vagina Musculi recti abdominis lamina anterior dan beban berada tubuh bagian atas (dada, kepala, leher,tangan).











BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan.
Tuas / pengungkit adalah salah satu jenis pesawat sederhana yang dapat digunakan untuk memudahkan usaha.
Makin panjang lengan kuasa, makin kecil nilai gaya kuasa. Hal ini berarti gaya yang harus dikeluarkan untuk mengangkat beban lebih sedikit.
Makin panjang lengan kuasa (lk) makin besar keuntungan mekanik, sehingga usaha makin mudah dilakukan.

Tuas dalam aktifitas gerak contohnya: menendang bola kegawang, start renang, kuda-kuda, dll

Artigos Relacionados

0 komentar, BUDAYAKAN UNTUK MENINGGALKAN KOMENTAR: